Minggu, 23 November 2014



ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah :Studi Kelayakan Bisnis
Dosen Pembimbing:Ali Sadikin, S.E. MSI.







Disusun :
ARMADANI SAPUTRA
Nim. 1202120150

SARIANTI
Nim. 1202120172

AHMAD AL-FAUZI
Nim. 1312120281





SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA
JURUSAN SYARI’AH
PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH (KELAS A)
TAHUN 2014 M

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Aspek teknis dan teknologi merupakan kelanjutan dari aspek sebelumnya yaitu aspek pasar dan pemasaran. Kegiatan ini timbulapabila sebuah gagasan usaha atau bisnis yang direncanakan telah menunjukkan peluangyang cukup baik dilihat dari aspek pasar dan pemasaran.
Jika analisis pasar dan pemasaran menunjukkan sebuah ide bisnis layak untuk dijalankan maka langkah berikutnya adalah menjawab pertanyaaan apakah bisnis tersebut secara teknis dapat dijalankan atau tidak. Meskipun berdasarkan aspek pasar suatu bisnis layak untuk dijalankan, tetapi jika secara teknis tidak dapat dijalankan dengan baik, maka investasi sebaiknya ditunda terlebih dahulu. Hal ini disebabkan bisnis seringkali mengalami kegagalan karena tidak mampu menghadapi masalah teknis. Berdasarkan hal ini aspek teknis dan teknologi menjadi sebuah keharusan untuk menghindari adanya kegagalan bisnis di masa akan datang.
B.       Rumusan Masalah
1.    Bagaimana tujuan aspek teknis dan teknologi?
2.    Apa saja hal yang perlu dipahami dalam aspek teknis dan teknologi?
3.    Seperti apa sumber data dalam aspek teknis dan teknologi?
4.    Bagaimana narasumber dalam aspek teknis dan teknologi?
5.    Bagaimana metode pengumpulan data dalam aspek teknis dan teknologi?
6.    Bagaimana instrumen pengumpulan data dalam aspek teknis dan teknologi?
7.    Bagaimana menganalisis data dalam aspek teknis dan teknologi?
C.      Tujuan Penulisan
1.    Agar mengetahuitujuan aspek teknis dan teknologi dalam aspek teknis dan teknologi.
2.    Agar mengetahuiapa saja hal yang perlu dipahami dalam aspek teknis dan teknologi.
3.    Agar mengetahuiseperti apa sumber data dalam aspek teknis dan teknologi.
4.    Agar mengetahuibagaimana narasumber dalam aspek teknis dan teknologi.
5.    Agar mengetahuibagaimana metode pengumpulan data dalam aspek teknis dan teknologi.
6.    Agar mengetahuibagaimana instrumen pengumpulan data dalam aspek teknis dan teknologi.
7.    Agar mengetahuibagaimana menganalisis data dalam aspek teknis dan teknologi.
D.      Batasan Masalah
Mengingat begitu luasnya pembahasan masalah yang berhubungan denganAspek Teknis dan Teknologi,maka penulis membatasi pembahasan makalah ini sesuai dengan yang terdapat dalam rumusan masalah. Adapun hal yang tidak berhubungan dengan rumusan masalah, penulis tidak akan menguraikannya dalam makalah ini.
E.       Metode Penulisan
Adapun metode penulisan yang digunakan adalah library researchdan internet researchyang mana penulis menggunakan buku-buku perpustakaan sebagai bahan referensi dimana penulis mencari literature yang sesuai dengan materi yang dibahas dalam makalah ini dan penulis menyimpulkannya dalam bentuk makalah.














BAB II
PEMBAHASAN

ASPAK TEKNIS DAN TEKNOLOGI
Tujuan studi aspek adalah untuk meyakini apakah secara teknis dan pilihan teknologi, rencana bisnis dapat dilaksanakan secara layak atau tidak layak.[1]
A.      Tujuan Aspek Teknis dan Teknologi
Analisis aspek teknis dilakukan untuk menjawab pertanyaan “apakah secara teknis bisnis dapat dibangun dan dijalankan dengan baik?”. Suatu ide bisnis dapat dinyatakan layak berdasarkan aspek teknis dan teknologi jika berdasarkan hasil analisis ide bisnis dapat dibangun dan dijalankan dengan baik. Secara spesifik analisis aspek teknis dan teknologi dalam studi kelayakan bisnis bertujuan untuk:
1.    Menganalisis kelayakan lokasi untuk menjalankan bisnis.
2.    Menganalisis besarnya skala produksi untuk mencapai tingkatan skala ekonomis.
3.    Menganalisis kriteria pemilihan mesin peralatan dan teknologi untuk menjalankan produksi.
4.    Menganalisis layout pabrik, layout bangunan dan fasilitas lainnya.
5.    Menganalisis teknologi yang akan digunakan.[2]
B.       Hal yang perlu dipahami
1.    Penentuan lokasi bisnis
Lokasi bisnis adalah lokasi dimana bisnis akan dijalankan, baik lokasi untuk lahan pabrik maupun lokasi untuk perkantoran. Namun, pada pembahasan ini kami hanya menekankan pada pembahasan lokasi untuk lahan pabrik.Penentuan lokasi bisnis memang sangat berpengaruh, penentuan lokasi bisnis yang salah akan menimbulkan beban pada perusahaan. Penentuan lokasi bisnis ditentukan oleh beberapa variabel yang dapat digolongkan menjadi variabel primer (utama) dan variabel sekunder (pendukung).
a.    Variabel primer
1)   Ketersediaan bahan mentah
2)   Letak pasar yang dituju
3)   Ketersediaan sumber energi, air dan sarana komunikasi
4)   Ketersediaan fasilitas transfortasi
b.    Variabel sekunder
1)      Hukum, peraturan dan adat istiadat.
2)      Iklim, keadaan tanah dan struktur topografis.
3)      Sikap masyarakat terhadap ide bisnis yang akan dijalankan.
4)      Rencana pengembagan perusahaan pada masa yang akan datang.
5)      Biaya pengerasan tanah.[3]
2.    Penentuan luas produksi
Luas produksi merupakan jumlah atau volume hasil produksi yang seharusnya diproduksi oleh perusahaan dalam satu periode tertentu. Luas produksi harus direncanakan secara matang agar perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang optimal.
Luas produksi berbeda dengan luas perusahaan. Hal ini karena mengukur luas perusahaan tidak hanya diukur dengan pendekatan luas produksi saja, tetapi juga dapat diukur dengan beberapa indikator, yaitu:
a.       Bahan dasar yang digunakan
b.      Barang yang dihasilkan
c.       Peralatan mesin-mesin yang digunakan
d.      Jumlah pegawai yang digunakan.
Perusahaan tidak selalu memaksimalkan luas produksi karena ada faktor-faktor yang membatasi luas produksi perusahaan. Faktor-faktor yang membatasi luas perusahaan dan harus dipertimbangkan dalam menentukan luas produksi, yaitu:
a.       Batasan permintaan pasar
b.      Batasan kapasitas mesin
c.       Batasan jumlah dan kemampuan kerja
d.      Batasan kemampuan finansial dan manajemen
e.       Batasan ketersediaan bahan dasar
f.       Batasan ketersediaan faktor-faktor produksi lain.


3.    Pemilihan mesin peralatan dan teknologi
Pemilihan mesin, peralatan, dan teknologi merupakan hal yang penting. Hal yang perlu dipertimbangkan pada pemilihan mesin dan peralatan, yaitu:
a.       Sesuai dengan teknologi
b.      Harga perolehan[4]
c.       Kemampuan mesin
d.      Tesedianya pemasok[5]
e.       Tersedianya suku cadang
f.       Kualitas
g.      Umur ekonomis
4.    Penentuan layout pabrik dan bangunan
Layout  pabrik merupakan keseluruhan bentu dan penempatan fasilitas-fasilitas yang diperlukan dalaam proses produksi. Penentuan layout pabrik pada umumnya dilakukan ketika lokasi bisnis (pabrik) ditentukan dengan berbagai pertimbangan.secara umum terdapat tiga macam tipe layout, yaitu:
a.       Layout proses atau fungsional
Pada layout proses mesin-mesin dan peralatan yang mempunyai fungsi yang sama dikelompokan dan ditempatkan dalam satu tempat atau ruang tertentu.
b.      Layout produk atau garis
Pada layout  proses mesin-mesin dan peralatan disusun berdasarkan urutan operasi yang diperlukan untuk produk yang akan dibuat.
c.       Layout kelompok
Pada layout kelompok mesin-mesin dan peralatan yang memuat serangkaian komponen yang sama dikelompokkan pada suatu tempat. Layout ini merupakan kombinasi antara layout produk dan layout  proses.[6]
C.      Sumber Data Dalam Aspek Teknis dan Teknologi
Sumber data untuk melakukan analisis pada aspek teknis dan teknologi dalam studi kelayakan bisnis berasal dari data primer dan data sekunder.
1.    Data primer
Data yang dibutuhkan untuk analisis teknis dan teknologi pada studi kelayakan bisnis adalah data tentang :
a.    Lokasi bisnis adalah data tentang faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi bisnis. Yaitu lingkungan masyarakat, sumber daya alam, sumber daya manusia, pasar, pengangkutan, pembangkit tenaga, dan lahan untuk perluasan bisnis yang akan datang.
b.    Lokasi produksi adalah data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi luas produksi, yaitu jumlah bahan dasar, rencana kapasitas mesin, rencana jumlah tenaga kerja, besarnya permintaan, dan jumlah faktor-faktor produksi lain.
c.    Mesin, peralatan, dan teknologi adalah data tentang faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan mesin, peralatan, dan teknologi. Yaitu sfesifikasi peralatan yang akan digunakan, harga, kemampuan, pemasok, ketersediaan suku cadang, dan teknologi yang akan digunakan.
d.   Layout yaitu data tentang jenis produk yang akan diproduksi, jenis proses produksi, dan volume produksi.
2.    Data sekunder
Data sekunder yang dibutuhkan untuk analisis teknis dan teknologi adalah data tentang spesifikasi peralatan dan teknologi yang akan digunakan, profil masyarakat, profil daerah, dan literatur yang berkaitan dengan lokasi bisnis, penentuan luas produksi, pemilihan mesin peralatan dan teknologi dan penentuan layout.[7]
D.      Respon dan Narasumber
Untuk menganalisis data yang berkaitan dengan aspek teknis dan teknologi dilakukan pengumpulan data terhadap:
1.    Masyarakat sekitar lokasi, untuk memperoleh data tentang kondisi masyarakat sekitar, serta kondisi air, listrik, dan sebagainya.
2.    Konsultan tata ruang, untuk memperoleh data tentang kondisi tata ruang yang terbaik bagi bisnis yang akan dijalankan.
3.    Pelaku bisnis sejenis, untuk mengetahui hal-hal teknis yang dapat menjadi pendorong dan penghambat bisnis.
4.    Calon pemasok teknologi mesin dan peralatan, untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan mesin dan peralatan yang akan digunakan.
5.    Pengguna teknologi, mesin, dan peralatan, untuk mengetahui kelebihan mesin dan peralatan yang akan digunakan.
6.    Penyediajasa transfortasi, untuk mengetahui kondisi transfortasi bahan mentah ke pabrik atau barang jadi dari pabrik ke pasar.[8]
E.       Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dapat digunakan untuk menggali data pada aspek teknis dan produksi, yaitu:
1.    Studi dokumentasi dilakukan dengan menelaah literatur yang berkaitan dengan lokasi bisnis, luas produksi, mesin, peralatan, dan teknologi yang akan digunakan, layout pabrik maupun bangunan.
2.    Survei dilakukan dengan melakukan wawancara maupun membagikan kuesionerberkaitan dengan lokasi bisnis, luas produksi, mesin, peralatan, dan teknologi yang akan digunakan, layout pabrik maupun bangunan.
3.    Studi observasi dilakukan dengan melakukan observasi pada rencana lokasi bisnis, luas produksi, mesin, peralatan, dan teknologi yang akan digunakan, layout pabrik maupun bangunan.[9]
F.       Instrumen Pengumpulan Data
Beberapa instrumen yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data pada aspek teknis dan teknologi dalam studi  kelayakan bisnis, yaitu:
a.    Pedoman studi dokumentasi
Pedoman studi dokumentasi terutama dilakukan untuk mengumpulkan data sekunder yang berkaitan dengan aspek teknis dan teknologi yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan dokumen-dokumen apa saja yang diperlukan sebagai dasar untuk melakukan analisis aspek dan teknologi.
b.    Pedoman wawancara
Selain menggunakan studi dokumentasi, wawancara atau kuesioner diperlukan dalam pengumpulan data aspek teknis dan teknologi. Namun, karena pengumpulan data pada aspek teknis dan teknologi dapat berkembang luas maka sebaliknya metode wawancara dipilih agar informasi yang diperoleh lebih dalam.
c.    Pedoman Observasi
Untuk membantu melakukan observasi tentang kondisi teknis dan teknologi, gunakan pedoman observasi berikut.[10]
No
Objek Observasi
Hasil Observasi
1
Kondisi lahan yang akan digunakan untuk menjalankan bisnis

2
Kondisi sarana transportasi

3
Kondisi sumber air dan energi

4
Kondisi masyarakat sekitar

5
Kondisi pemasok bahan mentah

6
Kondisi pasar barang jadi

7
Kondisi mesin, peralatan, dan tenologi yang akan digunakan

8
Kondisi iklim, tanah, dan struktur topografis di sekitar rencana lokasi bisnis


G.      Analisis Data
1.    Analisis penentuan lokasi bisnis
a.       Metode kualitatif penilaian alternatif lokasi
Metode kualitatif penilaian alternatif lokasi merupakan metode penentuan liokasi bisnis yang didasarkan pada penilaian secara subjektif tim penilai terhadap faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi bisnis dengan berdasarkan observasi dilapangan.
Contoh :
Perusahaan air Qua-Qua akan mendirikan pabrik baru. Berdasarkan hasil observasi ditemukan 3 lokasi yang dapat dijadikan alternatif dalam penentuan lokasi, yaitu di desa Kalimanderong, desa Pulasari, dan desa Kepetek. Sedangkan faktor yang digunakan sebagai petimbangan dalam pemilihan lokasi adalah lingkungan masyarakat, ketersediaan bahan mentah, ketersediaan tenaga kerja, sarana pengankutan, keamanan, pembangkit tenaga, ketersediaan air, kedekatan dengan pasar, dan rencana pengembangan. Setiap faktor-faktor yang digunakan sebagai pertimbangan dalam pemilihan lokasi diberi bobot sesuai dengan tingkat kepentingannya. Sedangkan setiap lokasi dinilai sesuai dengan kondisi masing masing faktor pertimbangan. Ketentuan dalam penilaian adalah nilai 5 diberikan jika lokasi mempunyai kondisi yang paling baik, nilai 4 diberikan jika lokasi mempunyai kondisi yang baik, nilai 3 diberikan jika mempunyai kondisi yang cukup baik, nilai 2 di berikan jika lokasi mempunyai kondisi yang jelek, dan nilai 1 diberikan jika lokasi mempunyai kondisi yang sangat jelek. Langkah berikutnya adalah mengalikan nilai bobot setiap faktor pertimbangan dalam pemilihan lokasi pada masing masing alternatif lokasi.
Faktor Strategi
Kalimendong
Pulasari
Kepetek

Bobot
Nilai
Bobot
skor
Nilai
Bobot
skor
Nilai
Bobot
skor
Lingkungan masyarakat
0,20
4
0, 80
3
0, 60
2
0, 40
Bahan
0,25
5
1, 25
4
1, 00
5
1, 25
Tenaga kerja
0, 10
3
0, 30
4
0, 40
4
0, 40
Pengangkutan
0, 05
4
0, 20
2
0, 10
3
0, 15
Keamanan
0, 10
3
0, 30
3
0, 30
4
0, 40
Pembangkit tenaga
0, 05
5
0, 25
5
0, 25
4
0, 20
Ketersediaan air
0, 05
4
0, 20
4
0, 20
3
0, 15
Pasar
0, 15
4
0, 60
4
0, 60
3
0, 45
Rencana Pengembangan
0, 05
4
0, 20
5
0, 20
4
0, 20
Total
1, 00

4, 1

3, 7

3, 6

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa lokasi terbaik untuk mendirikan pabrik air minum dalam kemasan Qua-Qua adalah desa kemendong, karena memiliki nilai bobot skor tertinggi.[11]
b.      Metode analisis biaya
Metode analisis biaya merupakan metode penentuan lokasi berdasarkan data pertimbangan biaya tetap dan biaya variabel. Hasil penjumlahan antara biaya tetap dan biaya variabel pada masing-masing lokasi dapat dijadikan sebagai pedoman untuk menentukan pemilihan alternatif lokasi pada skala produksi tertentu.
Contoh :
Perusahaan kecap Cap Khuntul akan mendirikan pabrik baru. Terdapat 3 lokasi yang dapat dijadikan alternatif, yaitu Adipasir, Danaraja, dan Mertasari. Sesuai dengan permintaan pasar, pabrik tersebut akan memproduksi kecap sebanyak 100.000 botol pertahun. Masing-masing alternatif lokasi memiliki struktur biaya yang berbeda-beda dengan rincian sebagai berikut:
Alternatif
Lokasi
Biaya Tetap/
TS
Biaya Variabel/
Satuan
Adipasir
30.000.000
1.000
Danaraja
60.000.000
500
Mertasari
90.000.000
300

Berdasarkan struktur biaya tersebut maka besarnya biaya masing-masing alternatif lokasi untuk skala produksi sebesar 100.000 botol pertahun dapat dihitung sebagai berikut.
Adipasir            = 30.000.000 + 1.000 (100.000) = Rp 130.000.000
Danaraja           = 60.000.000 + 500     (100.000) = Rp 110.000.000
Mertasari          = 90.000.000 + 300     (100.000) = Rp 120.000.000
Berdasarkan perhitungan total biaya pada masing-masing, desa Danaraja adalah alternatif terbaik karena biaya total hanya Rp 110.000.000 per tahun.
c.       Metode transfortasi
Metode transfortasi merupakan metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah distribusi barang dari beberapa tempat sumber ke beberapa tempat tujuan secara optimal. Oleh karena itu, metode ini dapat digunakan untuk menentukan lokasi sebagai sumber dan beberapa pasar sebagai tujuan.[12]
2.    Analisis penentuan luas produksi
a.      Pendekatan konsep marginal cost dan marginal revenue
Pada pendekatan ini luas produksi optimal tercapai pada saat marginal cost (MC) sama dengan marginal revenenue (MR).
Pada pasar persaingan sempurna dapat digambarkan sebagai berikut:[13]

Rp (ongkos dan hasil)
MC = Marginal Cost
AC = Average cost
MR = Marginal revenue
Volume produksi
Q1
0
 







                                                       = Keuntungan total

 
                                                       = Ongkos total

                        0Q1                             = Volume produksi optimal
b.      Pendekatanbreak event point
Luas produksi minimal terletak pada luas produksi yang pada saat itu perusahaan tidak mengalami laba atau rugi. Atau dengan kata lain luas produksi berada pada titik impas (break event point). Dengan diketahui luas produksi pada titik impas biasa ditentukan luas produksi yang memberikan keuntungan bagi perusahaan.
c.       Metode Linear Programming
Metode ini digunakan jika produk yang dihasilkan lebih dari satu jenis. Jikaproduk yang dihasilkan terdiri dari dua jenis menggunakan pendekatangrafik[14], dan jika lebih dari dua jenis menggunakan metode simpleks[15].[16]
3.    Analisis penentuan layout
Layout pabrik maupun kantor harus didesain sebaik mungkin dengan mempertimbangkan efisiensi biaya, efektifitas ruangan, keselamatan kerja, dan keindahan.[17]

BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa:
Aspek teknis dan teknologi dapat dilakukan dengan tingkat kesiapan teknis dan teknologi jika diperoleh lokasi yang layak, dapat mencapai luas produksi yang optimal, tersedia teknologi, dan dapat menyusu layout bisnis baik pabrik maupun kantor secara optimal.
Bisnis dapat dinyatakan berhasil jika aspek teknis dan teknologinya dapat dijalankan dan hasil yang dicapai sesuai dengan yang direncanakan.
B.  Saran
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan saran dari para pembaca untuk kesempurnaan makalah selanjutnya.


DAFTAR PUSTAKA
Husnan, Suad & Suwarsono, Studi Kelayakan Proyek, Yogyakarta: BPFE, cet II, 1986.

Suliyanto, Studi Kelayakan Bisnis, Yohyakarta : Andi Offset, ttc, edisi I, 2010.







 


[2]Suliyanto, Studi Kelayakan Bisnis, Yohyakarta: Andi Offset, edisi I, 2010, h. 134.
[3]Ibid., h. 134-136.
[4]Harga perolehan mesin, peralatan dan teknologi harus sesuai dengan besarnya biaya investasi yang dianggarkan, agar tidak membebani keuangan perusahaan.
[5]Ketersediaan pemasok harus dipertimbangkan sehingga pada saat kegiatan pembangunan dimulai tidak ada kendala.
[6]Ibid., h. 139.
[7]Ibid., h. 130-140.
[8]Ibid., h. 140.
[9]Ibid., h. 141.
[10]Ibid., h. 146.
[11]Ibid., h. 147.
[12]Ibid., h. 150.
[13]Suad Husnan & Suwarsono, Studi Kelayakan Proyek, Yogyakarta: BPFE, cet II, 1986, h. 110.
[14]Metode grafik hanya bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dimana hanya terdapat dua variahel keputusan.
[15]Metode simpleks merupakan salah satu teknik penentuan solusi optimal yang digunakan dalam pemograman linear.
[16]Suad Husnan & Suwarsono, Studi Kelayakan Proyek.......111.
[17]Suliyanto, Studi Kelayakan Bisnis.....h. 154.