ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI
Disusun Untuk
Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah :Studi
Kelayakan Bisnis
Dosen Pembimbing:Ali Sadikin, S.E.
MSI.
Disusun :
ARMADANI
SAPUTRA
Nim. 1202120150
SARIANTI
Nim. 1202120172
AHMAD
AL-FAUZI
Nim. 1312120281
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA
JURUSAN SYARI’AH
PROGRAM STUDI EKONOMI SYARI’AH (KELAS A)
TAHUN
2014 M
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Aspek
teknis dan teknologi merupakan kelanjutan dari aspek sebelumnya yaitu aspek
pasar dan pemasaran. Kegiatan ini timbulapabila sebuah gagasan usaha atau bisnis
yang direncanakan telah menunjukkan peluangyang cukup baik dilihat dari aspek
pasar dan pemasaran.
Jika
analisis pasar dan pemasaran menunjukkan sebuah ide bisnis layak untuk
dijalankan maka langkah berikutnya adalah menjawab pertanyaaan apakah bisnis
tersebut secara teknis dapat dijalankan atau tidak. Meskipun berdasarkan aspek
pasar suatu bisnis layak untuk dijalankan, tetapi jika secara teknis tidak
dapat dijalankan dengan baik, maka investasi sebaiknya ditunda terlebih dahulu.
Hal ini disebabkan bisnis seringkali mengalami kegagalan karena tidak mampu
menghadapi masalah teknis. Berdasarkan hal ini aspek teknis dan teknologi
menjadi sebuah keharusan untuk menghindari adanya kegagalan bisnis di masa akan
datang.
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana tujuan aspek
teknis dan teknologi?
2.
Apa saja hal yang
perlu dipahami dalam aspek teknis dan teknologi?
3.
Seperti apa sumber
data dalam aspek teknis dan teknologi?
4.
Bagaimana narasumber dalam
aspek teknis dan teknologi?
5.
Bagaimana metode pengumpulan data
dalam aspek teknis dan teknologi?
6.
Bagaimana instrumen pengumpulan
data dalam aspek teknis dan teknologi?
7.
Bagaimana menganalisis data dalam
aspek teknis dan teknologi?
C. Tujuan
Penulisan
1.
Agar mengetahuitujuan aspek
teknis dan teknologi dalam aspek teknis dan teknologi.
2.
Agar mengetahuiapa saja hal yang perlu dipahami dalam aspek teknis dan teknologi.
3.
Agar mengetahuiseperti apa sumber data dalam aspek teknis dan teknologi.
4.
Agar mengetahuibagaimana narasumber dalam aspek teknis dan teknologi.
5.
Agar mengetahuibagaimana
metode pengumpulan data dalam aspek teknis dan teknologi.
6.
Agar mengetahuibagaimana
instrumen pengumpulan data dalam aspek teknis dan teknologi.
7.
Agar mengetahuibagaimana
menganalisis data dalam aspek teknis dan teknologi.
D.
Batasan Masalah
Mengingat
begitu luasnya pembahasan masalah yang berhubungan denganAspek Teknis dan Teknologi,maka penulis membatasi pembahasan makalah ini sesuai dengan yang
terdapat dalam rumusan masalah. Adapun hal yang tidak berhubungan dengan
rumusan masalah, penulis tidak akan menguraikannya dalam makalah ini.
E.
Metode Penulisan
Adapun
metode penulisan yang digunakan adalah library researchdan internet
researchyang mana penulis menggunakan buku-buku perpustakaan sebagai bahan
referensi dimana penulis mencari literature yang sesuai dengan materi yang
dibahas dalam makalah ini dan penulis menyimpulkannya dalam bentuk makalah.
BAB II
PEMBAHASAN
ASPAK TEKNIS DAN TEKNOLOGI
Tujuan studi aspek adalah untuk
meyakini apakah secara teknis dan pilihan teknologi, rencana bisnis dapat
dilaksanakan secara layak atau tidak layak.[1]
A. Tujuan Aspek Teknis dan Teknologi
Analisis aspek teknis dilakukan
untuk menjawab pertanyaan “apakah secara teknis bisnis dapat dibangun dan
dijalankan dengan baik?”. Suatu ide bisnis dapat dinyatakan layak
berdasarkan aspek teknis dan teknologi jika berdasarkan hasil analisis ide
bisnis dapat dibangun dan dijalankan dengan baik. Secara spesifik analisis
aspek teknis dan teknologi dalam studi kelayakan bisnis bertujuan untuk:
1. Menganalisis kelayakan lokasi untuk menjalankan bisnis.
2. Menganalisis besarnya skala produksi untuk mencapai
tingkatan skala ekonomis.
3. Menganalisis kriteria pemilihan mesin peralatan dan
teknologi untuk menjalankan produksi.
4. Menganalisis layout pabrik, layout bangunan
dan fasilitas lainnya.
5. Menganalisis teknologi yang akan digunakan.[2]
B. Hal yang perlu dipahami
1. Penentuan lokasi bisnis
Lokasi bisnis adalah lokasi dimana
bisnis akan dijalankan, baik lokasi untuk lahan pabrik maupun lokasi untuk
perkantoran. Namun, pada pembahasan ini kami hanya menekankan pada pembahasan
lokasi untuk lahan pabrik.Penentuan lokasi bisnis memang sangat berpengaruh,
penentuan lokasi bisnis yang salah akan menimbulkan beban pada perusahaan.
Penentuan lokasi bisnis ditentukan oleh beberapa variabel yang dapat
digolongkan menjadi variabel primer (utama) dan variabel sekunder (pendukung).
a. Variabel primer
1) Ketersediaan bahan mentah
2) Letak pasar yang dituju
3) Ketersediaan sumber energi, air dan sarana komunikasi
4) Ketersediaan fasilitas transfortasi
b. Variabel sekunder
1) Hukum, peraturan dan adat istiadat.
2) Iklim, keadaan tanah dan struktur topografis.
3) Sikap masyarakat terhadap ide bisnis yang akan
dijalankan.
4) Rencana pengembagan perusahaan pada masa yang akan
datang.
5) Biaya pengerasan tanah.[3]
2. Penentuan luas produksi
Luas produksi merupakan jumlah
atau volume hasil produksi yang seharusnya diproduksi oleh perusahaan dalam
satu periode tertentu. Luas produksi harus direncanakan secara matang agar
perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang optimal.
Luas produksi berbeda dengan luas
perusahaan. Hal ini karena mengukur luas perusahaan tidak hanya diukur dengan
pendekatan luas produksi saja, tetapi juga dapat diukur dengan beberapa
indikator, yaitu:
a. Bahan dasar yang digunakan
b. Barang yang dihasilkan
c. Peralatan mesin-mesin yang digunakan
d. Jumlah pegawai yang digunakan.
Perusahaan tidak selalu memaksimalkan luas produksi
karena ada faktor-faktor yang membatasi luas produksi perusahaan. Faktor-faktor
yang membatasi luas perusahaan dan harus dipertimbangkan dalam menentukan luas
produksi, yaitu:
a. Batasan permintaan pasar
b. Batasan kapasitas mesin
c. Batasan jumlah dan kemampuan kerja
d. Batasan kemampuan finansial dan manajemen
e. Batasan ketersediaan bahan dasar
f. Batasan ketersediaan faktor-faktor produksi lain.
3. Pemilihan mesin peralatan dan teknologi
Pemilihan mesin, peralatan, dan
teknologi merupakan hal yang penting. Hal yang perlu dipertimbangkan pada
pemilihan mesin dan peralatan, yaitu:
a. Sesuai dengan teknologi
b. Harga perolehan[4]
c. Kemampuan mesin
d. Tesedianya pemasok[5]
e. Tersedianya suku cadang
f. Kualitas
g. Umur ekonomis
4. Penentuan layout pabrik dan bangunan
Layout pabrik
merupakan keseluruhan bentu dan penempatan fasilitas-fasilitas yang diperlukan
dalaam proses produksi. Penentuan layout pabrik pada umumnya dilakukan
ketika lokasi bisnis (pabrik) ditentukan dengan berbagai pertimbangan.secara
umum terdapat tiga macam tipe layout, yaitu:
a. Layout proses atau fungsional
Pada layout proses mesin-mesin dan
peralatan yang mempunyai fungsi yang sama dikelompokan dan ditempatkan dalam
satu tempat atau ruang tertentu.
b. Layout produk atau garis
Pada layout proses mesin-mesin dan peralatan disusun
berdasarkan urutan operasi yang diperlukan untuk produk yang akan dibuat.
c. Layout kelompok
Pada layout kelompok mesin-mesin dan
peralatan yang memuat serangkaian komponen yang sama dikelompokkan pada suatu
tempat. Layout ini merupakan kombinasi antara layout produk dan layout proses.[6]
C. Sumber Data Dalam Aspek Teknis dan Teknologi
Sumber data untuk melakukan analisis
pada aspek teknis dan teknologi dalam studi kelayakan bisnis berasal dari data
primer dan data sekunder.
1. Data primer
Data yang dibutuhkan untuk
analisis teknis dan teknologi pada studi kelayakan bisnis adalah data tentang :
a. Lokasi bisnis adalah data tentang faktor-faktor yang
menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi bisnis. Yaitu lingkungan
masyarakat, sumber daya alam, sumber daya manusia, pasar, pengangkutan,
pembangkit tenaga, dan lahan untuk perluasan bisnis yang akan datang.
b. Lokasi produksi adalah data tentang faktor-faktor yang
mempengaruhi luas produksi, yaitu jumlah bahan dasar, rencana kapasitas mesin,
rencana jumlah tenaga kerja, besarnya permintaan, dan jumlah faktor-faktor produksi
lain.
c. Mesin, peralatan, dan teknologi adalah data tentang
faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan mesin, peralatan, dan
teknologi. Yaitu sfesifikasi peralatan yang akan digunakan, harga, kemampuan,
pemasok, ketersediaan suku cadang, dan teknologi yang akan digunakan.
d. Layout yaitu data tentang jenis produk yang akan
diproduksi, jenis proses produksi, dan volume produksi.
2. Data sekunder
Data sekunder yang dibutuhkan
untuk analisis teknis dan teknologi adalah data tentang spesifikasi peralatan
dan teknologi yang akan digunakan, profil masyarakat, profil daerah, dan
literatur yang berkaitan dengan lokasi bisnis, penentuan luas produksi,
pemilihan mesin peralatan dan teknologi dan penentuan layout.[7]
D. Respon dan Narasumber
Untuk menganalisis data yang
berkaitan dengan aspek teknis dan teknologi dilakukan pengumpulan data
terhadap:
1. Masyarakat sekitar lokasi, untuk memperoleh data tentang
kondisi masyarakat sekitar, serta kondisi air, listrik, dan sebagainya.
2. Konsultan tata ruang, untuk memperoleh data tentang
kondisi tata ruang yang terbaik bagi bisnis yang akan dijalankan.
3. Pelaku bisnis sejenis, untuk mengetahui hal-hal teknis
yang dapat menjadi pendorong dan penghambat bisnis.
4. Calon pemasok teknologi mesin dan peralatan, untuk
mengetahui kelebihan dan kekurangan mesin dan peralatan yang akan digunakan.
5. Pengguna teknologi, mesin, dan peralatan, untuk
mengetahui kelebihan mesin dan peralatan yang akan digunakan.
6. Penyediajasa transfortasi, untuk mengetahui kondisi
transfortasi bahan mentah ke pabrik atau barang jadi dari pabrik ke pasar.[8]
E. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dapat
digunakan untuk menggali data pada aspek teknis dan produksi, yaitu:
1. Studi dokumentasi dilakukan dengan menelaah literatur
yang berkaitan dengan lokasi bisnis, luas produksi, mesin, peralatan, dan
teknologi yang akan digunakan, layout pabrik maupun bangunan.
2. Survei dilakukan dengan melakukan wawancara maupun
membagikan kuesionerberkaitan dengan lokasi bisnis, luas produksi, mesin,
peralatan, dan teknologi yang akan digunakan, layout pabrik maupun
bangunan.
3. Studi observasi dilakukan dengan melakukan observasi pada
rencana lokasi bisnis, luas produksi, mesin, peralatan, dan teknologi yang akan
digunakan, layout pabrik maupun bangunan.[9]
F. Instrumen Pengumpulan Data
Beberapa instrumen yang dapat
digunakan untuk mengumpulkan data pada aspek teknis dan teknologi dalam
studi kelayakan bisnis, yaitu:
a. Pedoman studi dokumentasi
Pedoman studi dokumentasi terutama
dilakukan untuk mengumpulkan data sekunder yang berkaitan dengan aspek teknis
dan teknologi yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan dokumen-dokumen apa
saja yang diperlukan sebagai dasar untuk melakukan analisis aspek dan
teknologi.
b. Pedoman wawancara
Selain menggunakan studi
dokumentasi, wawancara atau kuesioner diperlukan dalam pengumpulan data aspek
teknis dan teknologi. Namun, karena pengumpulan data pada aspek teknis dan
teknologi dapat berkembang luas maka sebaliknya metode wawancara dipilih agar
informasi yang diperoleh lebih dalam.
c. Pedoman Observasi
Untuk membantu melakukan observasi
tentang kondisi teknis dan teknologi, gunakan pedoman observasi berikut.[10]
|
No
|
Objek Observasi
|
Hasil Observasi
|
|
1
|
Kondisi
lahan yang akan digunakan untuk menjalankan bisnis
|
|
|
2
|
Kondisi
sarana transportasi
|
|
|
3
|
Kondisi
sumber air dan energi
|
|
|
4
|
Kondisi
masyarakat sekitar
|
|
|
5
|
Kondisi
pemasok bahan mentah
|
|
|
6
|
Kondisi
pasar barang jadi
|
|
|
7
|
Kondisi
mesin, peralatan, dan tenologi yang akan digunakan
|
|
|
8
|
Kondisi
iklim, tanah, dan struktur topografis di sekitar rencana lokasi bisnis
|
|
G. Analisis Data
1. Analisis penentuan lokasi bisnis
a. Metode kualitatif penilaian alternatif lokasi
Metode kualitatif penilaian
alternatif lokasi merupakan metode penentuan liokasi bisnis yang didasarkan
pada penilaian secara subjektif tim penilai terhadap faktor-faktor yang menjadi
pertimbangan dalam pemilihan lokasi bisnis dengan berdasarkan observasi
dilapangan.
Contoh :
Perusahaan air Qua-Qua akan
mendirikan pabrik baru. Berdasarkan hasil observasi ditemukan 3 lokasi yang
dapat dijadikan alternatif dalam penentuan lokasi, yaitu di desa Kalimanderong,
desa Pulasari, dan desa Kepetek. Sedangkan faktor yang digunakan sebagai
petimbangan dalam pemilihan lokasi adalah lingkungan masyarakat, ketersediaan
bahan mentah, ketersediaan tenaga kerja, sarana pengankutan, keamanan,
pembangkit tenaga, ketersediaan air, kedekatan dengan pasar, dan rencana
pengembangan. Setiap faktor-faktor yang digunakan sebagai pertimbangan dalam
pemilihan lokasi diberi bobot sesuai dengan tingkat kepentingannya. Sedangkan
setiap lokasi dinilai sesuai dengan kondisi masing masing faktor pertimbangan.
Ketentuan dalam penilaian adalah nilai 5 diberikan jika lokasi mempunyai
kondisi yang paling baik, nilai 4 diberikan jika lokasi mempunyai kondisi yang
baik, nilai 3 diberikan jika mempunyai kondisi yang cukup baik,
nilai 2 di berikan jika lokasi mempunyai kondisi yang jelek, dan nilai 1
diberikan jika lokasi mempunyai kondisi yang sangat jelek. Langkah berikutnya
adalah mengalikan nilai bobot setiap faktor pertimbangan dalam pemilihan lokasi
pada masing masing alternatif lokasi.
|
Faktor Strategi
|
Kalimendong
|
Pulasari
|
Kepetek
|
|
|
Bobot
|
Nilai
|
Bobot
skor
|
Nilai
|
Bobot
skor
|
Nilai
|
Bobot
skor
|
|
Lingkungan masyarakat
|
0,20
|
4
|
0, 80
|
3
|
0, 60
|
2
|
0, 40
|
|
Bahan
|
0,25
|
5
|
1, 25
|
4
|
1, 00
|
5
|
1, 25
|
|
Tenaga kerja
|
0, 10
|
3
|
0, 30
|
4
|
0, 40
|
4
|
0, 40
|
|
Pengangkutan
|
0, 05
|
4
|
0, 20
|
2
|
0, 10
|
3
|
0, 15
|
|
Keamanan
|
0, 10
|
3
|
0, 30
|
3
|
0, 30
|
4
|
0, 40
|
|
Pembangkit tenaga
|
0, 05
|
5
|
0, 25
|
5
|
0, 25
|
4
|
0, 20
|
|
Ketersediaan air
|
0, 05
|
4
|
0, 20
|
4
|
0, 20
|
3
|
0, 15
|
|
Pasar
|
0, 15
|
4
|
0, 60
|
4
|
0, 60
|
3
|
0, 45
|
|
Rencana Pengembangan
|
0, 05
|
4
|
0, 20
|
5
|
0, 20
|
4
|
0, 20
|
|
Total
|
1, 00
|
|
4, 1
|
|
3, 7
|
|
3, 6
|
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa lokasi
terbaik untuk mendirikan pabrik air minum dalam kemasan Qua-Qua adalah desa
kemendong, karena memiliki nilai bobot skor tertinggi.[11]
b. Metode analisis biaya
Metode analisis biaya merupakan metode penentuan lokasi
berdasarkan data pertimbangan biaya tetap dan biaya variabel. Hasil penjumlahan
antara biaya tetap dan biaya variabel pada masing-masing lokasi dapat dijadikan
sebagai pedoman untuk menentukan pemilihan alternatif lokasi pada skala produksi
tertentu.
Contoh :
Perusahaan kecap Cap Khuntul akan mendirikan pabrik baru.
Terdapat 3 lokasi yang dapat dijadikan alternatif, yaitu Adipasir, Danaraja,
dan Mertasari. Sesuai dengan permintaan pasar, pabrik tersebut akan memproduksi
kecap sebanyak 100.000 botol pertahun. Masing-masing alternatif lokasi memiliki
struktur biaya yang berbeda-beda dengan rincian sebagai berikut:
|
Alternatif
Lokasi
|
Biaya Tetap/
TS
|
Biaya Variabel/
Satuan
|
|
Adipasir
|
30.000.000
|
1.000
|
|
Danaraja
|
60.000.000
|
500
|
|
Mertasari
|
90.000.000
|
300
|
Berdasarkan struktur biaya tersebut maka besarnya biaya
masing-masing alternatif lokasi untuk skala produksi sebesar 100.000 botol
pertahun dapat dihitung sebagai berikut.
Adipasir = 30.000.000 + 1.000 (100.000) = Rp 130.000.000
Danaraja = 60.000.000 + 500 (100.000)
= Rp 110.000.000
Mertasari = 90.000.000 + 300 (100.000)
= Rp 120.000.000
Berdasarkan perhitungan total biaya pada masing-masing,
desa Danaraja adalah alternatif terbaik karena biaya total hanya Rp 110.000.000
per tahun.
c. Metode transfortasi
Metode transfortasi merupakan metode yang digunakan untuk
menyelesaikan masalah distribusi barang dari beberapa tempat sumber ke beberapa
tempat tujuan secara optimal. Oleh karena itu, metode ini dapat digunakan untuk
menentukan lokasi sebagai sumber dan beberapa pasar sebagai tujuan.[12]
2. Analisis penentuan luas produksi
a. Pendekatan konsep marginal cost dan marginal
revenue
Pada pendekatan ini luas produksi
optimal tercapai pada saat marginal cost (MC) sama dengan marginal
revenenue (MR).
Pada pasar persaingan sempurna dapat
digambarkan sebagai berikut:[13]
Rp (ongkos dan hasil)
|
MC = Marginal
Cost
|
|
AC = Average
cost
|
|
MR = Marginal
revenue
|
|
Volume
produksi
|
|
Q1
|
|
0
|
=
Keuntungan
total
|
|
= Ongkos total
0Q1 =
Volume produksi optimal
b. Pendekatanbreak event point
Luas produksi minimal terletak pada
luas produksi yang pada saat itu perusahaan tidak mengalami laba atau rugi.
Atau dengan kata lain luas produksi berada pada titik impas (break event
point). Dengan diketahui luas produksi pada titik impas biasa ditentukan
luas produksi yang memberikan keuntungan bagi perusahaan.
c. Metode Linear
Programming
Metode ini digunakan jika produk
yang dihasilkan lebih dari satu jenis. Jikaproduk yang dihasilkan terdiri dari dua
jenis menggunakan pendekatangrafik[14],
dan jika lebih dari dua jenis menggunakan metode simpleks[15].[16]
3. Analisis penentuan layout
Layout pabrik maupun kantor harus
didesain sebaik mungkin dengan mempertimbangkan efisiensi biaya, efektifitas
ruangan, keselamatan kerja, dan keindahan.[17]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa:
Aspek teknis dan teknologi dapat dilakukan dengan tingkat kesiapan teknis
dan teknologi jika diperoleh lokasi yang layak, dapat mencapai luas produksi
yang optimal, tersedia teknologi, dan dapat menyusu layout bisnis baik
pabrik maupun kantor secara optimal.
Bisnis dapat dinyatakan berhasil jika aspek teknis dan teknologinya dapat
dijalankan dan hasil yang dicapai sesuai dengan yang direncanakan.
B. Saran
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh
sebab itu, penulis mengharapkan saran dari para pembaca untuk kesempurnaan
makalah selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Husnan, Suad & Suwarsono, Studi Kelayakan Proyek,
Yogyakarta: BPFE, cet II, 1986.
Suliyanto, Studi Kelayakan Bisnis, Yohyakarta : Andi Offset,
ttc, edisi I, 2010.
Http://imaduddinalsasakiyuntad.blogspot.com/2011/11/normal-0-false-false-false-en-us-x-none_26.html, diakses pada 19-04-2014.
|
|
[1]Http://imaduddinalsasakiyuntad.blogspot.com/2011/11/normal-0-false-false-false-en-us-x-none_26.html, diakses pada
19-04-2014.
[2]Suliyanto, Studi
Kelayakan Bisnis, Yohyakarta: Andi Offset, edisi I, 2010, h. 134.
[3]Ibid., h. 134-136.
[4]Harga perolehan
mesin, peralatan dan teknologi harus sesuai dengan besarnya biaya investasi
yang dianggarkan, agar tidak membebani keuangan perusahaan.
[5]Ketersediaan
pemasok harus dipertimbangkan sehingga pada saat kegiatan pembangunan dimulai
tidak ada kendala.
[6]Ibid., h. 139.
[7]Ibid., h. 130-140.
[8]Ibid., h. 140.
[9]Ibid., h. 141.
[10]Ibid., h. 146.
[11]Ibid., h. 147.
[12]Ibid., h. 150.
[13]Suad Husnan
& Suwarsono, Studi Kelayakan Proyek, Yogyakarta: BPFE, cet II, 1986,
h. 110.
[14]Metode grafik
hanya bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dimana hanya terdapat dua
variahel keputusan.
[15]Metode simpleks
merupakan salah satu teknik penentuan solusi optimal yang digunakan dalam
pemograman linear.
[16]Suad Husnan
& Suwarsono, Studi Kelayakan Proyek.......111.
[17]Suliyanto, Studi
Kelayakan Bisnis.....h. 154.